Kepemimpinan Menurut Al-Mawardi

[naufaldn.nk] Pengertian imamah (kepernimpinan) menurut Al-Mawardi adalah sebagai pengganti peran kenabian dalam menjaga agama dan mengatur dunia. "Yang di maksudkan oleh al-Mawardi dengan Imam adalah khalifah, raja, sulthan atau kepala negara. Dalam hal ini Mawardi memberikan juga baju agama kepada jabatan kepala negara di samping baju politik. Menurutnya Allah mengangkat untuk umatnya seorang pemimpin sebagai pengganti (khalifah) nabi, untuk mengamankan negara, disertai dengan mandat politik. Dengan demikian seorang imam di satu pihak adalah pemimpin agama, dan di lain pihak pemimpin politik. Dalam teorinya al-Mawardi tidak mendikotomikan antara pemimpin politik dan pemimpin agama. Sejarah juga telah menunjukkan bahwa Rasulullah saw ketika memimpin negara Madinah selain sebagai pembawa ajaran Tuhan, juga sebagai pemimpin negara."

Baginya, imam (yang dalam pemikirannya adalah seorang raja, prcsiden, sultan) merupakan sesuatu yang niscaya. Artinya, keberadaanlIya sangat penting dalam suatu masyarakat atau negara. Karena itu, [clasnya, tanpa imam akan timbul suasana chaos. Manusia menjadi tidak hcrmartabat, begitu juga suatu bangsa menjadi tidak berharga.
Referensi :
Widyatma, Zulfikar Yoga. (2014). Konsep Kepemimpinan Menurut Al-Mawardi, 8(1), 94-95.

Komentar